Social Icons

Halaman

Minggu, 06 Mei 2012

Baru Masuk Sekali, Keburu Kepergok Satpol PP

TARAKAN – Niat ingin curhat tentang permasalahan yang sedang dihadapinya, namun perlakuan asusila yang didapatnya. Itulah kisah yang dialami Rz (18) siswi kelas 3 salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan, yang tak lain pelakunya itu adalah Aw (25) kekasihnya yang baru dipacarinya selama beberapa minggu ini.

Awalnya kelakuannya ini terdeteksi diperumahan pegawai negeri sipil berkat laporan dari warga sekitar, lantas satuan polisi pamong praja kota tarakan meluncur ke tempat kejadian perkara. “Dia kujemput sewaktu dia mau ke sekolah,” ucap Aw. Menurut keterangannya, sebelumnya dia juga pernah melakukannya hal yang sama kepada Rz namun itu di tempat yang berbeda. “Waktu itu di rumah kontrakan saya, dan yang tadi itu yang kedua kalinya. Baru saja masuknya satu kali tapi sudah kepergok oleh Satpol PP,” kata Aw pada wartawan.

Aw yang merupakan karyawan baru pada salah satu bank ditarakan ini, mengatakan bahwa tidak ada pikiran untuk melakukan tindak asusila pada kekasihnya tersebut. Namun pada saat Rz memeluk Aw, nafsu bejatnya Aw sudah tak terkontrol lagi. “Gak tahu, tiba-tiba saja kami sudah berciuman,” ucap Aw. Rz yang dikenal pendiam sekolahnya ini, sontak membuat pihak sekolah kaget. “Menurut informasi dari teman-temannya, Rz ini terbilang pendiam dan tidak mempunyai masalah dengan temannya. Mungkin pikirannya lagi terbengkalai karena orangtua baru broken,” kata Sudarsono Kepala Sekolah tempat Rz belajar.


Terpisah, Mezak JB, Kepala Seksi Penertiban dan penyidikan Satpol PP kota tarakan melalui Kamshir menjelaskan bahwa pelaku ‘bermain’ diatas kloset perum PNS tersebut dengan posisi Rz dipangku oleh Aw dan kondisinya pun hanya 50 telanjang. “Jadi tidak telanjang penuh, hanya celananya saja yang dibuka,” ucap kamshir. Dengan begitu pelaku akan dikenakan peraturan daerah tentang larangan tindak asusila. “Dia (Aw) akan dikenakan perda no 21 tahun 2000 tentang larangan melakukan tindak asusila dan sebelumnya akan dipanggil kedua orangtua mereka agar mengetahui kelakuan anak mereka,” tutupnya.